Bagaimana Cara Mengenakan Jilbab yang Syar’i?

posted in: Uncategorized | 0

Berjilbab adalah kebutuhan tersendiri bagi muslimah. Perintah bagi perempuan yang sudah dewasa untuk menutup aurat tercantum dalam Surah an-Nur:31 dan al-Ahzab:59. Lalu, jilbab seperti apa yang tergolong syar’i? Dalam Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah tentang aurat dan jilbab, didefinisikan bahwa jilbab adalah pakaian wanita yang terdiri dari kerudung dan baju kurung yang dapat menutup seluruh auratnya. Aurat secara istilah adalah anggota badan manusia yang wajib ditutupi, dan haram dilihat oleh orang lain kecuali sesuai yang diatur dalam Surah an-Nur:31. Dalam hal ini, aurat perempuan dibedakan menjadi dua, yaitu aurat perempuan untuk perempuan, dan aurat perempuan untuk laki-laki. Terkait jilbab, yang dibahas adalah aurat perempuan untuk laki-laki. Terdapat dua pandangan umum tentang hal ini. Mazhab Syafii dan Hanbali berpendapat bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat, sedangkan mazhab Maliki dan Hanafi berpendapat, bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat dengan perkecualian pada wajah dan dua telapak tangan. Dalam “Cara Berhijab yang Benar” oleh Mahbub Ma’afi, dikutip ucapan Syekh Ahmad Mutawwali asy-Sya’rawi dalan Tafsir asy-Sya’rawi bahwa pakaian perempuan yang syar’i syaratnya adalah tidak memperlihatkan auratnya, tidak menggambarkan lekuk tubuh, dan tidak menarik perhatian. Lalu, apa perbedaan jilbab dan hijab? Hijab sendiri bermakna “penghalang” atau “pembatas” sedangkan jilbab adalah sesuai definisi di atas. Dalam konteks pakaian, jilbab tergolong sebagai hijab, tetapi tidak semua hijab adalah jilbab.

Leave a Reply